5 Tips Sederhana Agar Jantung Tetap Sehat

Jantung adalah organ yang memengaruhi hampir semua aspek kehidupan Anda termasuk pola makan. Pilihan makanan sehat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, serangan jantung dan stroke serta faktor risiko tertentu seperti kolesterol darah tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Membuat pilihan makanan yang tepat bisa jadi menantang, tetapi tidak harus membingungkan. Makan sehat meliputi berbagai buah, sayuran, biji-bijian, minyak nabati tak jenuh seperti minyak zaitun, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan tanpa garam, kacang-kacangan dan ikan atau unggas tanpa kulit.

Artikel Terkait : Tips dan Trik Agar Kulit Tetap Cantik Alami

Untuk membantu Anda menjaga semuanya tetap sehat dan memahami alasan di baliknya berikut adalah 5 tips sederhana agar jantung tetap sehat :

1.Katakan Tidak pada Garam

Terlalu banyak natrium dalam aliran darah dapat meningkatkan retensi air di pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Seiring waktu, tekanan darah tinggi memberi tekanan lebih besar pada jantung dan dapat berkontribusi pada penumpukan plak yang menghalangi aliran darah. Selain itu, diet tinggi natrium juga dapat menyebabkan kembung, bengkak, dan penambahan berat badan. Tetap saja, itu sepadan dengan pekerjaannya. Mengurangi garam dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi, stroke, gagal jantung, osteoporosis, kanker perut, penyakit ginjal, batu ginjal, jantung membesar, sakit kepala, bengkak, kembung, dan penambahan berat badan.

2.Pilih Biji-bijian Utuh

Biji-bijian utuh mengandung vitamin B, serat, asam folat, zat besi, magnesium, selenium, dan nutrisi lain yang dapat hilang dalam proses pemurnian. Gandum utuh, oat dan oatmeal, gandum hitam, barley, popcorn, beras merah dan liar, dan soba adalah jenis biji-bijian yang populer. Quinoa, meski secara teknis bukan biji-bijian, adalah pilihan umum lainnya. Biji-bijian ini dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol darah dan menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, obesitas dan diabetes.

3.Pilih Daging Dengan Hati-hati

Bagi banyak orang, daging adalah sumber protein utama mereka, tetapi banyak favorit burger, steak, bacon juga merupakan sumber utama lemak jenuh. Beralih ke protein yang menyehatkan jantung dapat membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Banyak peneliti merekomendasikan ikan, kerang, unggas tanpa kulit, dan daging tanpa lemak yang dipotong, yang mencakup banyak potongan daging babi. Anda harus mengonsumsi tidak lebih dari 6 ons, dimasak, per hari, dan AHA mendorong Anda untuk makan setidaknya dua porsi ikan panggang atau bakar setiap minggu. Kacang, kacang polong, lentil atau tahu yang dicampur dengan biji-bijian seperti beras merah juga dapat memberikan sumber protein lengkap tanpa kadar lemak jenuhnya.

4.Minum Air

Umumnya, orang dewasa harus minum air atau minuman yang tidak dimaniskan dengan gula seperti kopi hitam atau teh. Soda, minuman olahraga, minuman energi dan minuman buah, termasuk jus, dapat menjadi sumber utama tambahan gula. Pemanis menawarkan nutrisi nol tetapi sering berkontribusi pada penambahan berat badan dan obesitas, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Satu kaleng soda biasa mengandung delapan sendok teh gula, atau sekitar 130 kalori, dan bahkan soda diet yang mengandung pemanis buatan tidak membantu Anda mengurangi rasa manis.

5.Batasi Lemak Buruk

Secara khusus, ini berarti lemak jenuh dan lemak trans. Makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging sapi berlemak, bacon, sosis, domba, babi, mentega, keju dan produk susu lainnya yang terbuat dari susu utuh atau dua persen meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah Anda. Lemak trans terjadi secara alami dan buatan, namun sebagian besar lemak trans juga dikenal sebagai asam lemak trans ditemukan dalam makanan olahan dan diberi label sebagai minyak terhidrogenasi parsial. Makanan yang digoreng dan makanan yang dipanggang serta pizza beku dan margarin adalah penyebab umum. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat Anda, menurunkan kadar kolesterol baik Anda dan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.